28 SISWA KELAS JAUH SDI SABULMIL DESA LAKMARAS KEHILANGAN TEMPAT BELAJARNYA
- Jan 26, 2024
- DESA LAKMARAS
- BERITA, PEMERINTAHAN, SENI DAN KEBUDAYAAN, PROFIL DESA, TOKOH MASYARAKAT
Empat ruang Kelas SD kelas jauh SDI Sabulmil Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu rusak parah bahkan kehilangan Atap dan dinding hanya menyisakan kursi dan papan tulis. kondisi ini harus membuat para siswa menghentikan proses belajarnya mengingat tidak adanya ruang kelas. Kerusakan ruangan kelas ini diakibatkan oleh Hujan deras yang disertai angin kencang pada 25 Januari 2024 malam tepat pukul 23.44 Wita.
Padahal gedung yang rusak merupakan Swadaya orang tua siswa melalui kerja gotong royong selama sebulan lebih. kejadian ini membuat orang tua siswa kecewa dan berpikir lagi untuk membangun gedung yang baru kembali mengingat biaya pembangunan yang mahal. sedangkan pembangunan gedung yang sudah rusak merupakan penggunaan seng bekas yang tidak mungkin terpakai untuk pembangunan berikutnya karena sebagian seng itu telah rusak diterjang angin. begitupun dinding dan kayu - kayunya masih menggunakan Bambu dan Kayu yang diambil dari hutan sekitar tanpa di skap dan di cat.
" Pembangunan ulang membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama, sedangkan seng lama sebagian sudah rusak akibat angin semalam dan dindingnya sudah lapuk untuk menggantinya kita harus memotong bambu yang baru " keluh Bapak Servas salah satu orang tua murid.
SD Kelas jauh SDI Sabulmil ini sudah berdiri sejak 6 Tahun lalu dan jenjang tertinggi siswanya sudah duduk di bangku kelas 6 pada tahun 2024 ini. pembangunan SD kelas jauh ini atas dasar inisiatif orang tua melalui pertemuan bersama para guru yang merasa Jarak SD induk terlalu jauh bagi anak - anaknya. terlebih pada musim hujan para siswa harus menyeberangi sungai untuk sampai di SDI Sabulmil, karena hal inilah menjadi dasar SD kelas Jauh ini didirikan. Sampai saat ini jumlah siswa yang bersekolah di SD Kelas jauh ini sebanyak 28 siswa yang pada akhirnya harus kehilangan rumahnya untuk belajar. sejauh ini belum ada yang memberikan bantuan menyangkut kejadian ini, sehingga untuk beberapa hari kedepan para siswa harus menggunakan dua ruangan bekas yang sempit untuk belajar.
BY : ADRIAN LUAN